SMP N 1 KEMANGKON

Jl. Raya Karangkemiri, Kemangkon - Purbalingga

Agamis Sehat Ramah lingkungan Inovatif (ASRI)

Gerak Lurus

Selasa, 15 Juni 2021 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 2904 Kali

GERAK LURUS

 

Benda dapat dikatakan bergerak apabila mengalami perubahan posisi dari suatu titik acuan. Benda bergerak mengalami perpindahan. Selama mengalami perpindahan, benda tersebut memiliki lintasan. Lintasan adalah titik – titik atau garis yang berturut – turut dilewati benda pada saat bergerak.

Benda yang bergerak akan melalui suatu lintasan tertentu. Lintasan dapat berupa lintasan yang lurus, melingkar atau parabola, ataupun tidak beraturan. Kali ini kita akan mempelajari bagaimana gerak benda pada lintasan yang lurus. sedangkan untuk penyederhanaan kendaraan yang melaju di jalan raya berkelok – kelok pun dianggap bergerak lurus.

Untuk mengerti tentang gerak lurus. Mari kita perhatikan bersama-sama, Bu Yanti seorang ibu rumah tangga setiap hari belanja ke pasar sejauh 100 meter dan kembali lagi ke rumah dengan jarak tempuh 100 meter juga melalui jalan raya yang lurus di depan rumahnya. Sehingga total jarak tempuh bu Yanti 200 meter. Namun perpindahan yang dilakukan bernilai nol meter. Mengapa demikian? Ada perbedaan makna antara jarak dan perpindahan. Jarak merupakan panjang lintasan yang ditempuh, sedangkan perpindahan merupakan jumlah lintasan yang ditempuh dengan memperhitungkan posisi awal dan akhir benda, atau dengan kata lain perpindahan merupakan jarak lurus resultan dari posisi awal sampai posisi akhir.

Untuk memperdalam pemahaman kalian silahkan buka link youtube ini. KONSEP MUDAH GERAK LURUS : Jarak, Perpindahan, Kelajuan dan Kecepatan

Link : https://youtu.be/HkIpANOI1MA

 

Contoh 1

Perhatikan gambar di bawah ini :

 

  

Mobil bergerak dari A ke B kemudian mundur ke C, bagaimana jarak dan perpindahannya mobil tersebut ?

Contoh  2

Perhatikan gambar di bawah ini :

 

Mobil bergerak pada lintasan lurus berbentuk persegi panjang ABCD dengan panjang 20 meter dan lebar 10 meter. Tentukan Jarak dan perpindahan mobil tersebut !

Perpindahan merupakan besaran vektor, yaitu suatu besaran yang memiliki nilai dan arah. Suatu benda yang mengalami perpindahan pasti menghasilkan jarak. Jarak merupakan panjang lintasan yang ditempuh suatu benda tanpa memperhatikan arah. Jarak merupakan besaran skalar. Perpindahan suatu benda bisa bernilai nol (0) jika benda tersebut bergerak ke arah tertentu kemudian kembali ke arah semula (titik awal)

Bagaimana cara menentukan nilai kecepatan? Bagaimana cara menentukan nilai kelajuan?

Kelajuan termasuk besaran skalar yang nilainya selalu positif dengan satuan m/s atau km/jam. Definisi kelajuan adalah cepat atau lambatnya perubahan jarak terhadap waktu. Cepat atau lambatnya kelajuan suatu benda dapat diukur dengan sebuah alat yang disebut speedometer dan GPS (global positioning system)

Kelajuan dihitung dengan rumus jumlah atau total jarak yang ditempuh per satuan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tersebut. Misalkan sebuah mobil menempuh jarak 30 km dalam waktu 30 menit (1/2 jam) maka kelajuan mobil tersebut adalah 60 km/jam. Yang artinya setiap satu jam dapat menempuh jarak 120 km. Contoh lain, sebuah sepeda motor menempuh jarak 30 m dalam waktu 20 detik. Kelajuan sepeda motor tersebut adalah 1,5 m/s. Artinya dalam setiap satu detik dapat menempuh jarak 40 m.

Persamaan untuk mencari kelajuan rata – rata diberikan seperti berikut :

 

Perbedaan antara kecepatan dengan kelajuan terdapat pada ada tidaknya arah. Pada kelajuan hanya terdapat besaran nilai, sedangkan pada kecepatan terdapat besaran nilai dan arah (besaran vektor). Kecepatan merupakan cepat atau lambatnya kedudukan suatu benda yang diukur berdasarkan perubahan posisi benda terhadap waktu tempuh. Satuan kecepatan sama dengan satuan kelajuan yaitu m/s atau km/jam.

Besar kecepatan dihitung melalui perpindahan yang terjadi pada benda per waktu yang dibutuhkan dalam melakukan perpindahan. Di mana, nilai perpindahan sama dengan jarak titik akhir dan titik awal benda tersebut. Misalnya sebuah mobil bergerak maju sejauh 20 km. Selanjutnya, mobil tersebut putar arah pada arah sebaliknya sejauh 8 km. Waktu tempuh yang dibutuhkan mobil tersebut adalah 0,5 jam. Sehingga, kecepatan mobil tersebut adalah (20 – 8)/0,5 = 12/0,5 = 60 km/jam

 

Persamaan untuk mencari kelajuan rata – rata diberikan seperti berikut :

Untuk contoh 1 jika mobil menempuh lintasan selama 20 detik maka kita dapat menentukan kelajuan dan kecepatan rata ratanya

 

 

 

Kelajuan rata rata = 40 meter /20 sekon = 2 meter/sekon

Kecepatan rata rata = 30 meter /20 sekon = 1,5 meter/sekon

 

KOMENTARI TULISAN INI

...

Pristiani Florida, S.Pd

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah SMP Negeri 1…

Selengkapnya

TAUTAN