SMP N 1 KEMANGKON

Jl. Raya Karangkemiri, Kemangkon - Purbalingga

Agamis Sehat Ramah lingkungan Inovatif (ASRI)

Sistem Peredaran Darah

Sabtu, 19 Juni 2021 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 3791 Kali

SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

 

Darah pada tubuh manusia berfungsi  untuk mengangkut nutrisi, oksigen, hormon, dan senyawa kimia lain ke seluruh sel-sel tubuh serta mengangkut karbon dioksida dan sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari tubuh. Selain itu, darah juga berfungsi untuk menjaga tubuh kita dari serangan penyakit. Proses ini berlangsung terus menerus selama kehidupan manusia.

 

  1. Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah
  2. Darah

    Darah merupakan jaringan ikat yang berwujud cair dan tersusun atas  komponen

utama  plasma dan elemen seluler.

  

Struktur darah

 

Plasma darah merupakan cairan ekstraseluler yang mengandung zat-zat terlarut, sedangkan elemen seluler tersusun atas sel-sel darah.

 

 

  1. Plasma Darah

Plasma darah tersusun atas 91,5% air (H2O) dan 8,5% zat--zat terlarut. Zat-zat terlarut tersebut tersusun atas protein dan zat-zat lain. Protein-protein yang terlarut dalam plasma darah antara lain albumin, fibrinogen, dan globulin yang sering disebut sebagai protein plasma.

Zat-zat lain yang terlarut dalam plasma darah  antara lain sari makanan, mineral, hormon, antibodi, dan zat sisa metabolisme (urea dan karbon dioksida).

 

  1. Sel Darah Merah (Eritrosit)

Sel darah merah berbentuk bulat pipih dengan bagian tengahnya cekung (bikonkaf). sel darah merah tidak memiliki inti sel. Warna merah  pada sel darah merah disebabkan adanya hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah.

Oksihemoglobin

 

Karbaminohemoglobin

 

  1. Sel Darah Putih (Leukosit)

 Sel darah putih memiliki bentuk yang tidak tetap atau bersifat ameboid dan mempunyai inti. Junlah sel darah putih tidak sebanyak jumlah sel darah merah, setiap 1mm3 darah mengandung sekitar 8.000 sel darah putih. Fungsi utama dari sel darah putih adalah melawan kuman/bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

 

  1. Keping Darah (Trombosit)

Bentuk trombosit beraneka ragam, yaitu bulat, oval, dan memanjang. Trombosit tidak berinti dan bergranula. Jumlah sel pada orang dewasa  sekitar 200.000 - 500.000 sel per 1mm3 darah. Umur dari keping darah yaitu  5 samapi 9 hari. Keping darah sangat berhubungan dengan proses mengeringnya luka, sehingga keping darah sering disebut sebagai sel darah pembeku.

 

Keping Darah

  1. Jantung dan Pembuluh Darah
  2. Jantung

Darah dapat mengalir ke seluruh tubuh karena di dalam tubuh kita terdapat organ yang berperan sebagai pemompa darah yang disebut dengan jantung.

Bagian-bagian jantung

  1. Pembuluh Darah

 Pembuluh darah dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pembuluh nadi (arteri),

pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler.

  1. Pembuluh nadi (arteri)

- Terletak di dalam permukaan tubuh

- Denyut nya terasa

- Dindingnya kuat, tebal, dan elastis

- Katub nya terletak di pangkal jantung

- Jika terluka akan memancar

- Membawa oksigen (O2)

- Aliran darah : keluar / meninggalkan jantung

  1. Pembuluh balik (vena)

- Terletak di permukaan tubuh

- Dindingnya tidak elastis dan tipis

- Denyutnya tidak terasa

- Aliran darah : Menuju / kembali ke jantung

- Katubnya terletak di sepanjang pembuluh

- Jika terluka, darah akan menetes

- Membawa karbondioksida (CO2)

  1. Pembuluh kapiler

- Tersebar di seluruh permukaan tubuh

- Dindingnya terdiri dari 1 sel

- Tidak memiliki katub

- Denyutnya tidak terasa

- Aliran darah : menuju dan meninggalkan jantung

- Jika terluka, darah akan menetes

- Membawa O2 dan CO2

 

  1. 3. Peredaran Darah pada Manusia

Peredaran darah pada manusia termasuk peredaran darah tertutup karena darah selalu beredar di dalam pembuluh darah. Setiap beredar, darah melewati jantung dua kali sehingga disebut peredaran darah ganda.

Aliran darah melewati jantung 2 kali

 

  1. Frekuensi Denyut Jantung

Beberapa faktor yang mempengaruhi frekuensi denyut jantung di antaranya adalah jenis kelamin dan aktivitas tubuh dan beberapa hal berikut.

  • Kegiatan atau aktivitas tubuh
  • Jenis kelamin
  • Suhu tubuh
  • Umur
  • Komposisi lain

 

  1. Gangguan atau Kelainan pada Sistem Peredaran Darah dan Upaya untuk Mencegah dan Menanggulanginya

 

  1. Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terjadi jika arteri koronaria tidak dapat menyuplai darah yang cukup ke otot-otot jantung.

Cara mencegah terjadinya penyakit penyakit jantung koroner :

  1. Melakukan olahraga dan istirahat yang teratur
  2. Menjaga pola makan sehari-hari
  3. Menghindari minuman beralkohol
  4. Menghentikan kebiasaan merokok
  5. Menghindari stres berlebih
  6. Menjaga berat badan dalam kondisi ideal

 

  1. Stroke

Stroke merupakan suatu penyakit yang terjadi karena kematian pada jaringan di otak yang disebabkan karena kurangnya asupan oksigen di otak. Hal ini terjadi karena pembuluh darah pada otak tersumbat oleh lemak atau kolesterol ataupun salah satu pembuluh darah di otak pecah.

 

  1. Varises

Varises adalah suatu keadaan di mana pembuluh darah balik (vena) mengalami pelebaran dan terpuntir.

 

  1. Anemia

Anemia merupakan  gangguan yang disebabkan karena kekurangan hemoglobin atau kekurangan sel darah merah.

 

  1. Hipertensi dan Hipotensi

Hipertensi disebut juga tekanan darah tinggi, terjadi jika tekanan darah di atas 120/80 mmHg. Gejala penderita hipertensi antara lain sakit kepala, kelelahan, pusing, pendarahan dari hidung, mual, muntah, dan sesak napas. Hipertensi dapat disebabkan karena arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), obesitas (kegemukan), kurang olahraga, stres, mengkonsumsi minuman beralkohol atau yang banyak mengandung garam, lemak, dan kolesterol.

KOMENTARI TULISAN INI

...

Pristiani Florida, S.Pd

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah SMP Negeri 1…

Selengkapnya

TAUTAN